MENGEMBANGKAN USAHA KERAJINAN
UNTUK PASAR LOKAL
Dalam mengembangkan usahanya,
seorang wirausahawan harus inovatif dan kreatif. Selain dua hal tersebut,
wirausahawan harus dapat :
1. Mengembangkan Ide dan
Peluang Usaha
Macam-macam ide yang perlu dikembangkan:
a. ide dalam pembuatan
produk/jasa yang diminati konsumen
b. ide dalam pembuatan
produk/jasa yang dapat memenangkan persaingan
c. ide dalam pembuatan dan
perndayagunaan sumber-sumber produk
d. ide yang dapat mencegah
kebosanan konsumen di dalam penggunaan produk
e. ide dalam pembuatan desain,
model, coral, dan warna produk/jasa yang disenangi konsumen
Berikut adalah tips-tips
pengembangan usaha:
a. Buat Rencana Keuangan Bisnis
Untuk Setahun Pertama
Rencanakan seluruh perkiraan
penjualan dan berapa anggaran yang dibutuhkan dalam memenuhinya. Hal ini sangat
penting dalam memulai bisnis, dan Anda juga harus punya “Plan B” manakala rencana pertama tidak bekerja dengan
baik sesuai harapan.
b. Selalu Siap dengan Hal-Hal
yang Tak Terduga
Seperti yang sebelumnya
disebutkan, ada saja hal yang tidak berjalan sesuai rencana dan harapan. Setiap
bisnis baru bisa saja sangat rentan terhadap faktor ekonomi makro hingga
perubahan regulasi pemerintah terhadap ekonomi. Atau, apabila bisnis yang Anda
jalankan tidak lagi sesuai dengan tren maupun tersedia alternatif yang lebih
mudah dibandingkan apa yang Anda tawarkan, maka Anda harus mempersiapkan
strategi yang baik untuk mencegah hal-hal tak terduga tersebut.
c. Diversifikasi Bisnis
Seperti halnya berinvestasi, bisnis
juga harus menerapkan metode diversifikasi. Usahakan agar target penjualan Anda
diarahkan ke tipe pelanggan yang bervariasi, sehingga risiko-risiko tidak
lakunya produk bisa diminimalisir. Apabila produk yang Anda tawarkan ditujukan
secara khusus kepada satu target pelanggan sesuai dengan demografisnya, bisnis
Anda akan mengalami masalah besar apabila target pelanggan tersebut berpindah
haluan ke produk yang lebih efisien bagi mereka. Perlahan bisnis Anda mulai
ditinggalkan. Apabila Anda memiliki produk lain dengan target yang berbeda, itu
artinya Anda masih memiliki ‘alternatif’ pasar yang bisa ditarget.
d. Jangan Hanya ‘Berpangku’ Pada
Satu Vendor/Penyuplai Saja
Banyak bisnis yang terhambat
untuk berkembang karena selama ini hanya mengandalkan satu vendor/penyuplai
saja, teristimewa bila vendor/penyuplai tersebut juga merupakan UKM. Bila
terjadi sesuatu pada vendor/penyuplai Anda maka kegiatan produksi hingga
penjualan akan sangat terhambat, sehingga tentu saja akan menghambat
perkembangan bisnis Anda.
e. Jangan Sampai Kehabisan Uang
Tunai
Uang tunai merupakan satu hal
signifikan yang harus tersedia setiap waktu. Sekali saja Anda kehabisan uang
tunai, itu artinya kemungkinan besar pembayaran gaji terhadap karyawan Anda
bisa terlambat. Pembayaran vendor/penyuplai juga bisa terganggu sehingga
menurunkan reputasi Anda sebagai sebuah bisnis baru.
f. Kelola Arus Kas Dengan Baik
Pahami dan kelola sedari awal
arus kas bisnis Anda, baik pengeluaran maupun pendapatan. Catat setiap
pengeluaran dan pendapatan dengan baik sedari awal bisnis berjalan.
g. Jangan Coba-Coba Menyatukan
Keuangan Bisnis dengan Pribadi
Keuangan bisnis hendaklah tetap
digunakan hanya untuk kebutuhan bisnis, jangan libatkan kebutuhan pribadi,
begitu pun sebaliknya. Tetap konsisten dalam mengelola keuangan bisnis dan
pribadi namun pisahkan setiap metode pengelolaan dan catatan-catatan yang
berhubungan dengannya.
h. Jaga Hubungan Bisnis dengan
Pelanggan
Jangan sekali-sekali mengecewakan
pelanggan Anda karena mereka menjadi sumber pendapatan Anda dan bisa menjadi
salah satu bagian dari strategi marketing Anda, terutama dengan konsep word of
mouth. Berikan pelayanan terbaik kepada setiap pelanggan dan tanggapi
pertanyaan mereka dengan baik, atau pun selalulah siap sedia membantu bila
mereka membutuhkannya.
i. Jangan Takut Mencoba Peluang
Baru
Selagi masih relevan dengan
bisnis yang sedang Anda jalankan, jangan pernah takut untuk mencoba peluang
baru. Memanfaatkan peluang baru sama dengan memungkinkan bisnis Anda untuk
berekspansi lebih jauh, mendapatkan target pelanggan baru, dan memperluas
strategi bisnis Anda. Hal ini merupakan salah satu tips mengembangkan bisnis
yang tidak boleh diabaikan.
j. Jaga Stabilitas Perkembangan
Bisnis dengan Pinjaman Modal Usaha
Jangan sampai perkembangan bisnis
Anda mandek hanya karena kurangnya modal usaha untuk terus mengembangkannya.
Rencanakan ekspansi segera setelah bisnis Anda sudah berjalan secara konsisten
dan pendapatan stabil, kemudian ajukan pinjaman modal usaha sebagai ‘nafas
tambahan’ untuk terus mengembangkannya. Banyak layanan finansial yang kini
tersedia untuk memberikan dukungan modal usaha.
Peluang usaha yang sudah dijalankan tentu memerlukan
pengembangan supaya lebih mengembangkan potensi yang sudah ada, antara lain
sebagai berikut.
a. Integrasi Vertikal
Integrasi vertikal adalah penggabungan usaha yang mempunyao
keterkaitan usaha yang saling membutuhkan secara kontinu, misalnya usaha
macam-macam kue memerlukan pasokan terigu dengan kualitas tertentu dari pemasok
b. Menambah Kapasitas
Penambahan kapasitas adalah menambah atau menaikkan jumlah
produksi untuk memenuhi kebutuhan peluang pasar baru atau untuk memasuki
wilayah pasar baru. Penambahan kapasitas produksi dimungkinkan bila perusahaan
masih memiliki kapasitas lebih. Bila kapasitass produksi yang dimiliki sudah
dimanfaatkan maksimal, penambahan kapasitas produksi memerlukan penambahan
alat-alat baru.
c. Memasuki Bisnis Baru
Memasuki bisnis baru adalah membuka usaha baru yang tidak ada kaitannya dengan usaha yang sudah berjalan. Memasuki bisnis baru dapat dilakukan dengan menambah jenis produk dari usaha yang sudah berjalan atau mendirikan usaha yang bereda dengan usaha yang sudah berjalan.
Comments
Post a Comment