PENGEMBANGAN USAHA - KELAS XII

MENGEMBANGKAN USAHA KERAJINAN UNTUK PASAR LOKAL

Dalam mengembangkan usahanya, seorang wirausahawan harus inovatif dan kreatif. Selain dua hal tersebut, wirausahawan harus dapat :

1. Mengembangkan Ide dan Peluang Usaha

Macam-macam ide yang perlu dikembangkan:

a. ide dalam pembuatan produk/jasa yang diminati konsumen

b. ide dalam pembuatan produk/jasa yang dapat memenangkan persaingan

c. ide dalam pembuatan dan perndayagunaan sumber-sumber produk

d. ide yang dapat mencegah kebosanan konsumen di dalam penggunaan produk

e. ide dalam pembuatan desain, model, coral, dan warna produk/jasa yang disenangi konsumen

Berikut adalah tips-tips pengembangan usaha:

a. Buat Rencana Keuangan Bisnis Untuk Setahun Pertama

Rencanakan seluruh perkiraan penjualan dan berapa anggaran yang dibutuhkan dalam memenuhinya. Hal ini sangat penting dalam memulai bisnis, dan Anda juga harus punya “Plan B”  manakala rencana pertama tidak bekerja dengan baik sesuai harapan.

b. Selalu Siap dengan Hal-Hal yang Tak Terduga

Seperti yang sebelumnya disebutkan, ada saja hal yang tidak berjalan sesuai rencana dan harapan. Setiap bisnis baru bisa saja sangat rentan terhadap faktor ekonomi makro hingga perubahan regulasi pemerintah terhadap ekonomi. Atau, apabila bisnis yang Anda jalankan tidak lagi sesuai dengan tren maupun tersedia alternatif yang lebih mudah dibandingkan apa yang Anda tawarkan, maka Anda harus mempersiapkan strategi yang baik untuk mencegah hal-hal tak terduga tersebut.

c. Diversifikasi Bisnis

Seperti halnya berinvestasi, bisnis juga harus menerapkan metode diversifikasi. Usahakan agar target penjualan Anda diarahkan ke tipe pelanggan yang bervariasi, sehingga risiko-risiko tidak lakunya produk bisa diminimalisir. Apabila produk yang Anda tawarkan ditujukan secara khusus kepada satu target pelanggan sesuai dengan demografisnya, bisnis Anda akan mengalami masalah besar apabila target pelanggan tersebut berpindah haluan ke produk yang lebih efisien bagi mereka. Perlahan bisnis Anda mulai ditinggalkan. Apabila Anda memiliki produk lain dengan target yang berbeda, itu artinya Anda masih memiliki ‘alternatif’ pasar yang bisa ditarget.

d. Jangan Hanya ‘Berpangku’ Pada Satu Vendor/Penyuplai Saja

Banyak bisnis yang terhambat untuk berkembang karena selama ini hanya mengandalkan satu vendor/penyuplai saja, teristimewa bila vendor/penyuplai tersebut juga merupakan UKM. Bila terjadi sesuatu pada vendor/penyuplai Anda maka kegiatan produksi hingga penjualan akan sangat terhambat, sehingga tentu saja akan menghambat perkembangan bisnis Anda.

e. Jangan Sampai Kehabisan Uang Tunai

Uang tunai merupakan satu hal signifikan yang harus tersedia setiap waktu. Sekali saja Anda kehabisan uang tunai, itu artinya kemungkinan besar pembayaran gaji terhadap karyawan Anda bisa terlambat. Pembayaran vendor/penyuplai juga bisa terganggu sehingga menurunkan reputasi Anda sebagai sebuah bisnis baru.

f. Kelola Arus Kas Dengan Baik

Pahami dan kelola sedari awal arus kas bisnis Anda, baik pengeluaran maupun pendapatan. Catat setiap pengeluaran dan pendapatan dengan baik sedari awal bisnis berjalan.

g. Jangan Coba-Coba Menyatukan Keuangan Bisnis dengan Pribadi

Keuangan bisnis hendaklah tetap digunakan hanya untuk kebutuhan bisnis, jangan libatkan kebutuhan pribadi, begitu pun sebaliknya. Tetap konsisten dalam mengelola keuangan bisnis dan pribadi namun pisahkan setiap metode pengelolaan dan catatan-catatan yang berhubungan dengannya.

h. Jaga Hubungan Bisnis dengan Pelanggan

Jangan sekali-sekali mengecewakan pelanggan Anda karena mereka menjadi sumber pendapatan Anda dan bisa menjadi salah satu bagian dari strategi marketing Anda, terutama dengan konsep word of mouth. Berikan pelayanan terbaik kepada setiap pelanggan dan tanggapi pertanyaan mereka dengan baik, atau pun selalulah siap sedia membantu bila mereka membutuhkannya.

i. Jangan Takut Mencoba Peluang Baru

Selagi masih relevan dengan bisnis yang sedang Anda jalankan, jangan pernah takut untuk mencoba peluang baru. Memanfaatkan peluang baru sama dengan memungkinkan bisnis Anda untuk berekspansi lebih jauh, mendapatkan target pelanggan baru, dan memperluas strategi bisnis Anda. Hal ini merupakan salah satu tips mengembangkan bisnis yang tidak boleh diabaikan.

j. Jaga Stabilitas Perkembangan Bisnis dengan Pinjaman Modal Usaha

Jangan sampai perkembangan bisnis Anda mandek hanya karena kurangnya modal usaha untuk terus mengembangkannya. Rencanakan ekspansi segera setelah bisnis Anda sudah berjalan secara konsisten dan pendapatan stabil, kemudian ajukan pinjaman modal usaha sebagai ‘nafas tambahan’ untuk terus mengembangkannya. Banyak layanan finansial yang kini tersedia untuk memberikan dukungan modal usaha.

Peluang usaha yang sudah dijalankan tentu memerlukan pengembangan supaya lebih mengembangkan potensi yang sudah ada, antara lain sebagai berikut.

a. Integrasi Vertikal

Integrasi vertikal adalah penggabungan usaha yang mempunyao keterkaitan usaha yang saling membutuhkan secara kontinu, misalnya usaha macam-macam kue memerlukan pasokan terigu dengan kualitas tertentu dari pemasok

b. Menambah Kapasitas

Penambahan kapasitas adalah menambah atau menaikkan jumlah produksi untuk memenuhi kebutuhan peluang pasar baru atau untuk memasuki wilayah pasar baru. Penambahan kapasitas produksi dimungkinkan bila perusahaan masih memiliki kapasitas lebih. Bila kapasitass produksi yang dimiliki sudah dimanfaatkan maksimal, penambahan kapasitas produksi memerlukan penambahan alat-alat baru.

c. Memasuki Bisnis Baru

Memasuki bisnis baru adalah membuka usaha baru yang tidak ada kaitannya dengan usaha yang sudah berjalan. Memasuki bisnis baru dapat dilakukan dengan menambah jenis produk dari usaha yang sudah berjalan atau mendirikan usaha yang bereda dengan usaha yang sudah berjalan.

Comments